Ar-Rahman Ar-Rahim

Setiap pertemuan pasti memberi satu hikmah. Dan setiap perpisahan pasti pun akan membawa satu hikmah. Satu pertemuan adalah gaib di setiap kesudahannya. Setiap tetes air mata akan membawa pada satu tawa dan setiap satu tawa pasti akan bertemu dengan setetes air mata. Akankah lebih meningkatkan level kita sebagai hamba di hadapan Allah Azza wa Jalla ataukah justru akan merendahkan kita di hadapan Allah Azza wa Jalla. Ar-Rahman Ar-Rahim, Allah selalu punya cara untuk menyayangi hamba-Nya dalam musibah atau pun dalam kemerdekaan (kesenangan).

Ada doa-doa yang terkadang kita banyak melupakannya. Yaitu: agar kita ditempatkan di lingkungan yang baik yang diberkahi, agar kita dipertemukan dengan kawan-kawan muslim/muslimah yang selalu mengingatkan kita dengan keselamatan di akhirat, dan jikalau Allah hendak memisahkan kita dengan kawan-kawan kita maka kita minta perpisahan yang penuh hikmah karena ilmu bermanfaatnya.

Ada seseorang yang biasa saja jika dipertemukan dengan seorang kawan yang memegang kuat syariat agama. Namun, tidak jarang juga ada yang menangis tersungkur kepada Allah dalam sujudnya atas pertemuan tersebut sebagai syukur nikmat. Bahkan, ada juga yang takut karena besarnya iman dan takwa yang dianggap bisa mengganggu suatu kesenangan dan foya-foya. Sungguh, bagai emas seorang kawan yang selalu menentramkan hati kita, penyejuk hati kita, yang mampu melembutkan hati kita untuk bersabar dalam keadaan apa pun, dan kawan yang begitu kaya raya akan doanya untuk kita secara sembunyi-sembunyi. Bagaimana mungkin ini bukan bagian dari rezeki yang harus kita syukuri dari Allah Ta’ala?

Allah Maha Pemberi Pengajaran. Dan satu pengajaran bisa diberikan-Nya kepada kita lewat siapa pun. Satu pengajaran inilah jika kita mampu memahaminya, maka kita akan bisa menjemput hidayah Allah Ta’ala. Hidayah akan mudah mendatangi orang-orang yang sabar, tulus ikhlas, rida kepada apa pun kehendak Yang Maha Esa. Hidayah adalah kita yang harus terus-menerus mencarinya, bukan sesuatu yang turun gratis dari langit pada kita begitu saja yang miskin sekali dengan taubatan nasuha.

Pemegang kunci hati kita adalah Allah Ta’ala. Hendaklah kita harus selalu memohon kepada-Nya agar hati kita tidak mati tertutup dengan hal-hal kebaikan. Mari kita tengok di sekeliling kita! Tak sedikit kawan-kawan kita yang lain diselimuti oleh banyak hal-hal yang tidak membawa faedah, menjerumuskan, bahkan terkadang membuat kawan yang satu dan satunya ke dalam kehinaan. Mudah-mudahan, kita dijauhkan dari apa pun yang mendatangkan kerugian bagi kita di dunia dan akhirat. Allah Yang Maha Memilihkan apa-apa bagi hamba-Nya sekehendak-Nya.

Mengambil hikmah itu tidak mudah, kawan. Kita semua butuh pembelajaran dengan iman dan takwa dalam menerima maksud-maksud dari Allah Ta’ala. Hikmah tidak akan merasuk pada hati yang penuh dendam, kebencian, dengki, iri, penuh ghibah, kemarahan, penuh egois, dan pengadu domba. Hikmah tidak mudah menembus pada hati yang kerasnya melebihi kerasnya batu. Ingatlah, bahwa Allah Ta’ala begitu murka kepada hamba-Nya yang keras hatinya melebihi kerasnya batu. Padahal, batu saja mau tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dengan memberikan celah-celah dari dirinya untuk air mengalir. Kenapa kita manusia begitu sombong?

Ar-Rahman Ar-Rahim, kita memohon kepada Allah Ta’ala agar menimbulkan rasa kasih sayang dalam hati kita untuk sesama. Karena sebaik-baik yang menguasai seluruh cinta dan kasih sayang di langit dan bumi dan di antara keduanya hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ar-Rahman Ar-Rahim, kita memohon pada Allah Ta’ala agar kita senantiasa diberikan rasa iba yang seiba-ibanya kepada sesama. Bukankah Allah sudah menganugerahkan pendengaran, penglihatan, dan nurani yang sempurna untuk kita sebagai manusia?

“Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami hamba-hamba-Mu yang buta hati. Hati kami adalah segalanya untuk kami, yang akan membawa kami tunduk kepada-Mu di jalan lurus ataukah kami akan tergelincir karena kesombongan kami yang selalu merasa sebagai penakluk dunia. Tidak ada kekuasaan yang melebihi kekuasaanmu dan sekuat-kuat penakluk hanyalah Engkau.”

Suatu pertemuan yang sesuai dengan hati kita memang sangat membahagiakan, namun jangan pernah takut dengan suatu perpisahan. Semua hanyalah milik Allah, hanya milik Allah Ta’ala saja. Janganlah ketidakikhlasan kita menghalangi cinta kita kepada Allah. Dia berhak mengambil apa pun dari kita, orang-orang yang kita cintai, kawan-kawan istimewa kita, anak, istri, suami, harta, apa pun yang kita cintai, apa saja. Tidak ada yang bisa terlalu dibanggakan atas apa pun yang bersifat keduniawian.

Kita semua milik Allah. Alangkah lebih baiknya kita fokus dalam memberikan hal-hal yang bermanfaat karena semua akan kembali pada-Nya. Ikhlas mencintai haruslah ikhlas melepaskannya, kawan. Memang sangatlah berat, kecuali oleh orang-orang yang sudah cukup membekali diri dengan ilmu agama yang kuat. Mudah-mudahan, saya sendiri pun dan kawan-kawan mampu untuk terus belajar dan mencari jalan bagaimana supaya kita dapat sangat dekat dengan Allah di dunia untuk akhirat menjadi hamba yang pandai bersyukur dalam suka duka yang selalu digilir oleh-Nya. Sungguh, dalam seluruh keadaan pastilah ada kasih sayang Allah. Hanya manusia yang selalu sibuk dengan duniawi, sehingga kurang mempunyai waktu untuk merenung dan telat dalam kembali kepada rida Allah Azza wa Jalla.

The following two tabs change content below.
"Filosofis adalah pemikiran-pemikiran melebihi ilmiah. Hanya filosofis yang mampu mewakili makna dalam eksistensi manusia dan alam. Dan sastra adalah ruang terluas demi penggambaran segala realita dengan keunikan-keunikan tersendiri."

Latest posts by Arie Pudjiarso (see all)