Belajar Memahami Karakter

Apa yang terlintas di benak kita kala pertama kali mempunyai kawan baru atau hal-hal baru dalam berinteraksi dengan orang lain? Sebagian orang mungkin menganggapnya hal yang luar biasa karena kita akan berada di suasana yang lain hanya untuk bersenang-senang dan tidak lebih. Ada pula sebagian orang yang selalu mencari ilmu baru saat bertemu dengan koneksi-koneksi barunya dan kemudian, menganggap serius guna mengubah hidup yang lebih baik. Atau adakah alasan lain dari kita? Tapi, yang jelas pemahaman karakter pada seseorang itu sangatlah penting. Terutama orang-orang baru yang hendak kan memasuki lingkungan kita dan menjadi bagian dari hidup kita. Saya pikir, ini adalah salah satu cara juga untuk menjaga kelanggengan dalam sebuah ikatan. Jangan mencoba untuk menuntut seseorang terlebih dahulu, sebelum kita menuntut diri kita sendiri untuk benar-benar mengenali dan memahami mereka. Berikut di bawah ini bisa kita gunakan sebagai acuan kecil bilamana kita menghadapi tipe-tipe tertentu dari orang-orang yang berada di sekitar kita.

Sanguinis

Kepribadian yang suka bersenang-senang, penuh keceriaan dan sangat supel. Pada umumnya, mereka tipe seperti ini bisa mencari perhatian dan mampu menarik banyak orang di sekitarnya. Suka keramaian dengan menempelkan stiker-stiker di kendaraan, almari, cermin, pintu-pintu kamar atau apa saja benda yang dianggapnya menarik supaya orang lain memerhatikannya. Tapi, sayangnya si sanguinis ini adalah pelupa. Mereka bisa saja lupa di mana menaruh barang yang baru saja diletakkannya. Bahkan, sedikit melupakan janji yang sudah tersusun. Mereka yang berkarakter seperti ini sangat menyukai hal-hal yang menghebohkan. Sangat pandai mengemas cerita-cerita agar menjadi lebih seru jauh dari cerita aslinya. Dalam setiap momen, sanguinis selalu mengeluarkan sisi humorisnya dan paling gampang memotivasi kawannya yang sedang galau.

Untuk menaklukkan tipe sanguinis ini adalah dengan selalu memerhatikan mereka karena orang-orang ini memang ingin selalu diperhatikan. Si sanguinis akan selalu mengejar sebuah kasih sayang untuk dirinya, akan selalu ingin mendapatkan dukungan dan ingin selalu diterima oleh siapa saja yang ada di sekelilingnya.

Kelemahan atas kemarahan si sanguinis ini yang dibutuhkannya hanyalah sebuah perhatian. Kita membuatnya memperhatikan kita dan kita pun memberi mereka super perhatian. Entah, dengan mengajaknya jalan-jalan, menonton bioskop, makan malam berdua, bunga kesukaannya, pujian-pujian kesukaannya atau perhatian-perhatian lain yang mampu meredakan amarahnya. Salah jika kita justru, mendiamkan sanguinis kala mereka sedang marah. Hal ini akan memperbesar masalah yang tadinya hanya pada perihal tertentu malah akan menjalar ke perihal yang lain. Di saat keadaan sedang memanas hendaknya tak perlu dengan emosi memberikan koreksi atas kesalahan si sanguinis ini. Karena akan membuat kemarahannya tidak malah mereda. Jadi, kita harus pandai dalam mencari momen yang tepat untuk bisa mengingatkannya.

Solusinya, sementara kita dukung saja apa yang ada di pemikiran sanguinis atas hal yang sudah mereka lakukan. Setelah keadaan sudah bersahabat mungkin, barulah kita bisa menyadarkan sanguinis untuk mengingat kembali apa yang telah dia perbuat. Misalnya, kenapa dia sampai melupakan janji untuk bertemu dengan kita? Jangan keburu menghakiminya dulu dengan penilaian kita sendiri bahwa, dia tidak menghargai waktu kita yang terbuang sebagai kesalahan dia. Apakah ada masalah di hari tersebut saat bersamaan dia membuat janji dengan kita? Dalam keadaan yang hangat karena kemakluman kita inilah, sanguinis pasti akan mau bercerita banyak hal tentang mengapa dia sampai melupakan sebuah janji. Walau ada alasan tertentu yang dia ungkapkan namun, setidaknya sanguinis akan merangkainya dengan sangat baik dan enak kita dengar.

Melankolis

Kepribadian melankolis ini suka dengan hal-hal yang rinci, mereka adalah tipe-tipe pemikir keras, sangat serius, introspektif dan serba ingin perfeksionis. Moto kehidupan mereka yang berkarakter seperti ini biasanya, ‘mengapa segala sesuatu harus dikerjakan setengah-setengah jika, mengerjakan dengan hasil maksimal saja bisa’. Atau ‘kalau sesuatu bisa dikerjakan dengan sempurna, mengapa harus mencari-cari alasan untuk bekerja dengan hasil buruk’.

Orang melankolis sangat susah menerima atas sesuatu akibat dari kesalahan dirinya sendiri. Mereka lebih suka menyibukkan diri dengan serius melimpahkan kesalahan-kesalahan pada orang lain kemudian, mengoreksinya dengan teliti. Pribadi melankolis ini sangat rentan down atau mudah sekali depresi, suka berkecil hati dan suka mengungkit-ungkit kesalahan orang-orang di masa lalunya. Jika, ada masalah di sekitarnya yang membuatnya tidak nyaman maka, dia akan sangat susah tidur. Musuh dari karakter si melankolis adalah si sanguinis. Karena orang-orang melankolis sangat tidak menyukai apa-apa keseruan yang diceritakan oleh si sanguinis.

Solusinya kala melankolis marah, kita harus mencari cara untuk segera berinteraksi dengan mereka. Meski memang melankolis ini bukan tipe yang mudah untuk langsung berbicara. Ada baiknya kita mengalah sementara dengan mengoreksi kesalahan diri kita terlebih dahulu sebelum si melankolis mengoreksi dan membuka apa kesalahan kita di mata mereka. Jika tidak segera peka dengan situasi seperti ini maka, hanya akan membuat si melankolis akan bertambah marah. Ada baiknya diamkan terlebih dahulu kemudian, setelah suasana dingin baru carilah penyelesaian dengan si melankolis ini. Melankolis adalah kebalikan dari sanguinis.

Karena tingkat kesempurnaan yang ingin dicapai pada kepribadiannya maka, melankolis akan selalu butuh waktu menenangkan diri hanya karena terlalu sibuk untuk mengoreksi kesalahan dari orang lain. Dan si melankolis biasanya akan membutuhkan seorang pendukung yang bisa dipercaya untuk membenarkan pendapatnya.Yah, sekali lagi mau tak mau kalau si melankolis sedang marah jangan sesekali mengajaknya untuk berbicara atau rembugan terlebih dahulu. Tapi, yang pertama harus kita lakukan adalah mengakui kesalahan kita saja ‘sesuai versi yang dia lontarkan ke kita’. Walau sebetulnya, kita tidak salah atas hal tersebut. Ini adalah cara yang paling aman dan membuat kita nyaman setidaknya, daripada suasana jadi memanas. Melankolis hanya butuh kepuasan untuk dirinya dengan kita mengiyakan kesalahan yang dituduhkannya pada kita. Kita bisa saja mengingatkan kesalahan-kesalahan si melankolis namun, di saat kondisi sudah lebih baik. Membuat si melankolis mengakui kesalahannya adalah menggiringnya untuk berpikir logis dengan mengembalikan kata-kata yang pernah mereka ucapkan. Dalam menghadapi melankolis ini kita akan butuh argumen yang sangat kuat guna meluluhkan hatinya. Ibaratnya, kita harus mampu meyakinkan mereka dan menanamkan agar mereka kembali percaya pada kita bahwa, kita tidak berbuat atas apa yang mereka kira. Kita harus mempu menjelaskan sebab permasalahan yang terjadi dengan sebenarnya. Sisi yang paling positif dari kepribadian melankolis ini, mereka adalah orang-orang yang sangat disiplin dan suka dengan segala sesuatu keteraturan.

Koleris

Kepribadian ini berbeda dengan dua kepribadian di atas. Tipe-tipe koleris ini pada umumnya sangat suka memaksakan kehendaknya pada orang lain. Jika, kita menentangnya justru hanya akan memancing mereka semakin bertekad keras dan kuat. Ingat, koleris sangat menyukai perdebatan dan ingin selalu menang. Biasanya ambisi orang-orang koleris ini cenderung ingin jadi pemimpin, tidak suka dengan segala sesuatu yang dianggapnya sia-sia apalagi merasa waktunya disia-siakan orang lain, bagi si koleris waktu harus teroptimalkan dengan baik, mereka suka mencari kesetiaan bahkan, sangat berambisi dalam mencari penghargaan dari orang lain. Karena tekadnya yang keras, koleris jarang suka dengan hidup yang biasa-biasa saja. Tapi, akan selalu mencari sebuah tantangan termasuk dalam pekerjaan dan masalah sesulit apapun. Mereka akan selalu berusaha menguasai sebuah forum karena si koleris adalah kelompok orang-orang dengan disiplin tinggi serta gila kerja. Kapan saja ada sebuah kesempatan selama itu positif maka, akan dijadikannya sebagai sebuah pekerjaan. Bahkan, hobinya pun bisa disulap menjadi sebuah usaha yang menguntungkan bagi mereka.

Kemarahan si koleris sering mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Karena tanpa diduga, mereka bisa marah secara membabi buta atau meledak-ledak bahkan, bisa menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya. Namun keunggulan si koleris, mereka ini bukan orang-orang yang suka larut dan berlama-lama dengan sebuah masalah. Koleris lebih berpikir objektif daripada si melankolis. Kelemahan si koleris terletak pada ancaman-ancaman yang dapat menyerang kewibawaan dan prestasi-prestasi yang sudah dicapainya selama ini. Yang paling utama dibutuhkan oleh si koleris adalah ‘sebuah kerja sama’. Jadi, ada waktunya sendiri nanti mereka yang akan merajuk karena betul-betul atas dasar kesadarannya membutuhkan orang lain. Kemarahan koleris atas ketidakcocokan mereka dengan kita bukan berlalu begitu saja. Namun sambil marah ke kita, biasanya mereka pun sambil mengajari atau membenarkan apa-apa dari kita yang dianggapnya kurang benar.

Plegmatis

Pribadi dengan karakter ini lebih santai, berjiwa diplomatis dan tenang dalam menghadapi setiap permasalahan apapun. Karena si plegmatis lebih menyukai kedamaian, tidak suka mencari masalah dan tidak suka bermasalah dengan orang lain. Bahkan, mereka lebih memilih untuk menjadi penurut saja. Dan si koleris adalah penyuka si plegmatis ini. Si Plegmatis sangat tidak menyukai hidup penuh tantangan yang berisiko, tidak menyukai perdebatan, tidak suka dengan kejutan-kejutan dan mereka selalu butuh waktu yang lumayan untuk mampu beradaptasi dengan segala perubahan dalam hidupnya. Jangan kaget jika, plegmatis sering disebut ‘lelet’ alias kurang bisa bergerak gesit, cenderung lambat, tidak mengenal area disiplin. Karena moto hidupnya ‘easy going’, mungkin begitu bahasa kerennya. Yaitu, lebih mencari keadaan yang adem ayem saja (tanpa kerumitan dan memilih kemudahan). Plegmatis pada umumnya orang yang netral. Selalu mampu menjadi penengah dalam sebuah pertengkaran. Dan si plegmatis paling banyak didatangi oleh kawan-kawannya yang selalu ingin bercerita apapun karena mereka dipercaya hampir tidak pernah bermasalah.

Jika sedang marah, si plegmatis ini bukan penggerutu atau mengomel dengan rasa kesal bahkan, bukan pengumpat. Namun, mereka akan cenderung sangat diam dan akan butuh waktu sangat lama untuk mau memulai pembicaraan kembali. Plegmatis paling tidak suka dipaksa atau ada unsur pemaksaan agar mereka menceritakan segala permasalahannya. Pada umumnya mereka sering menangis jika, sedang menghadapi masalah. Entah, menangis secara sembunyi-sembunyi atau mungkin meluapkannya pada orang yang dipercaya (lebih pada perempuan). Lain halnya dengan lelaki, mereka biasanya hanya diam seribu bahasa dan akan mau bercerita dengan sendirinya atau mau memulai bicara di saat sudah siap.

Jadi, menghadapi kemarahan dari tipe plegmatis ini cukup diamkan saja. Jangan pernah memaksa mereka untuk mau bercerita sesuai yang kita mau. Karena tiba saatnya nanti, mereka yang akan memulai berbicara tentang apa yang membuatnya tidak nyaman, dengan sendirinya. Yang paling diprioritaskan dari orang-orang plegmatis adalah sebuah solusi dan bukan memperpanjang masalah dengan berlarut-larut. Menghadapi tipe plegmatis ini mungkin, lebih mudah daripada menghadapi ketiga karakter di atas. Yang pertama, karena kita tidak perlu terburu-buru untuk mengajaknya berunding dalam menyelesaikan sebuah persoalan. Dan yang kedua, kita hanya butuh modal bersabar. Bersabar di sini adalah memberi kesempatan dan ruang pada si plegmatis untuk berpikir tenang dan jernih, agar bisa menilai sebuah masalah dan mampu mencermati dengan teliti sikapnya sendiri apakah sudah benar. Simpel, jika plegmatis sedang bermasalah dan marah, untuk sementara biarkan saja namun tanpa harus meninggalkannya. Kita harus tetap ada di sampingnya walau mereka sedang tak ingin berbicara atau masih belum mau berbicara pada kita.

Penjelasan karakter di atas hanyalah pada umumnya saja. Karena banyak ditemui dalam kenyataan adalah terjadi perpaduan-perpaduan di antara keempat tipe tersebut. Namun setidaknya, hal ini bisa memacu untuk lebih memahami orang di sekeliling kita yaitu, baik pasangan, kawan, kolega, sanak keluarga atau siapa saja yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan kita. Alangkah lebih baik menjadi pengamat terlebih dahulu daripada harus mendahulukan komentar atas mereka yang tidak sepaham dengan kita. Setiap manusia dianugerahi Tuhan akal sehingga, tidak mungkin ada persamaan antara satu dan satunya dalam setiap pemikiran. Intinya, tetaplah terus belajar dan bersabar dengan setiap keunikan masing-masing orang. Tidak suka dengan orang tertentu atau kelompok tertentu itu hanya karena kita masih gagal untuk memahami jalan pikiran mereka. Setiap insan akan selalu punya satu sisi kelemahan yang bisa kita taklukkan dan itu tugas kita untuk mencarinya.

The following two tabs change content below.
"Filosofis adalah pemikiran-pemikiran melebihi ilmiah. Hanya filosofis yang mampu mewakili makna dalam eksistensi manusia dan alam. Dan sastra adalah ruang terluas demi penggambaran segala realita dengan keunikan-keunikan tersendiri."

Latest posts by Arie Pudjiarso (see all)

One thought on “Belajar Memahami Karakter

Comments are closed.