Sebagian Isi Hati dan Pikiran Kaum Pria

Kali ini saya masih menyelami uniknya kaum lelaki. Sebagian dari mereka ada yang menghangatkan, ada yang membuat kesal hati bahkan, ada beberapa dari mereka pun menyukai dengan teka-teki entah itu karena privasi yang rapat atau sekadar kepingin menguji wanita. Tapi, yang jelas kaum satu ini tipe yang sulit untuk mengeluarkan apa yang membuat mereka bahagia atau tak bahagia dalam isi hati dan pikirannya. Lelaki pun sama seperti wanita, sering pula mengalami ketidakmantapan dengan perasaan cinta. Mereka sulit mengeluarkan pernyataan dari apa yang ‘tidak disukai dari pasangannya’ ketimbang menyampaikan apa yang ‘disukai dari pasangannya’. Terkadang, kita menunggu lelaki untuk berbicara perihal sesuatu yang kita harapkan namun penantian itu tak kunjung mendatangi. Saya pikir kejadian seperti ini sangat sering terjadi. Hanya kepercayaan, satu hal itu yang melandasi seorang lelaki mampu berkomunikasi secara tak terbatas dalam hal apa pun kepada pasangannya. Tentang apa yang mereka takutkan dalam sebuah hubungan, apa yang mereka cemaskan, apa yang bisa membuat mereka bahagia dan apa yang membuat perasaan cinta mereka menjadi surut.

Sering lelaki bertanya, “Kenapa kau mencintaiku, sayang? Apa yang membuatmu sangat mencintaiku?” dan wanita pun sering menjawab dengan jawaban yang klasik, “aku mencintai segalanya yang ada di dirimu, kekurangan dan lebihmu. Tidak ada cinta dengan alasan apa pun.” Baiklah, baiklah! Ini jawaban yang bijaksanawan teramat sempurna. Syukur-syukur jika, tatapan mata dan isi hati benar-benar sama. Sungguh, harapan banyak kaum.

Berbalik dengan sebagian kaum lelaki, saya bilang ‘sebagian’ kaum lelaki yang sangat berharap atas jawaban ‘apa yang membuat pasangan mencintainya’? Karena si lelaki sendiri sangat antusiasme menuturkan apa yang sesungguhnya membuat dirinya begitu peduli, begitu mencinta dan menyayangi pasangannya. Dan mereka pasti akan memberikan alasan kuat tentang mengapa mereka cinta.

Saya menuliskan bab ini bukan sebab rampung memahami kawan (kaum) pria. Justru, andaikata ada seseorang yang bisa mendaratkan saya di benak kaum pria mungkin, saya akan sangat senang. Karena sahabat saya (pria) pun belum mampu membuat saya sepenuhnya mengerti dengan mudah dalam pemaparan vokabuler mereka secara verbal atau pun nonverbal. Tidak semua wanita dengan modal memahami saja lantas berhasil mempererat dan menguasai suatu hubungan. Saya masih beranggapan sukar untuk memecahkan rahasia akan keinginan pria. Apalagi pria seringkali mencemaskan apa yang menjadi kelemahan-kelehamannya. Hanya sedikit dari mereka yang bersifat terbuka dengan perihal tersebut pada pasangannya. Sebab, tidak semua wanita bisa menerima kelemahan seorang pria dan memasukkan dalam hubungan cinta yang normal-normal saja.

Pria selalu punya kesan khusus dalam tindakannya, keputusannya dan pikirannya yang terkadang kurang gamblang saat menyiratkan. Jadi, tidak cukup hanya sampai memahami. Namun, butuh kekuatan untuk terus mempertahankan hubungan dalam keadaan lebih baik demi kepuasan berdua.

Pernah saya bercakap dengan seorang kawan wanita dan dia menuturkan, “Lelaki itu mampu bersikap sadis pada wanita jika, dia sudah mantap dengan keputusan mengenai perasaannya. Memang benar, lelaki tak pernah bisa berbohong dengan isi hati. Bahkan, mereka kelihatan sekali tak berperasaan pada sesuatu yang tidak berkenan baginya.”

Terlepas hal itu iya atau tidak, benar atau salah, kita kembalikan saja pada yang mengelola suatu hubungan. Karena baik saya, anda, saudara atau siapa pun belum tentu bisa menemukan tentang sejatinya pasangan kita meski telah bercengkerama bertahunan. Kata orang yang lebih berpengalaman bahwa, belajar mengenali pasangan dengan baik itu tidak ada habis-habis. Lantas, kapan kita selesai untuk belajar memahaminya? Jawabannya, sampai mati. Karena itulah setiap hubungan diperlukan kekuatan dalam segala hal. Mungkin, pesan yang ingin disampaikan para orang tua seperti itu.

Ada hal-hal yang saya tangkap dari beberapa kawan pria dengan bermacam karakter. Menurut pengakuan mereka:

Pertama, pria terkadang iri dengan kaum wanita. Kaum wanita sangat mudah berbagi dengan sesama komunitasnya tentang apa saja. Sedangkan pria tidak sembarangan bisa berbagi kisah hidupnya dengan kawan prianya sekali pun, mereka lebih memilih untuk menyimpan rahasianya rapat-rapat. Sebab, mereka lebih jauh berpikir akan reputasi dan gengsi.

Kedua, pria selalu menilai wanita adalah makhluk terumit. Mungkin, itu tak salah! Karena pada dasarnya para pria itu sangat sederhana. Wanitalah yang terlalu cerdik hingga susah ditebak. Sedangkan pria jika, berbicara 2+2 hasilnya pasti 4. Pernah saya bilang bilamana pria jujur tentang perasaannya, “Aku sudah tidak lagi mencintaimu atau aku tidak mencintaimu.” Ya memang itulah kebenarannya.

Ketiga, kebanyakan dari kita mungkin berpikiran jika, wanita akan lebih menderita disaat putus cinta atau kehilangan pujaannya. Namun, pria lebih lunak dan peka melebihi wanita dalam hal ini. Terutama pada pria-pria yang berkomitmen tinggi. Dari situlah, rata-rata pria masih menyimpan cinta untuk kekasih pertamanya. Dan bahkan, ada sebagian pria yang sangat sulit untuk memulai hubungan percintaan yang baru lantaran takut merasakan sakit kembali.

Keempat, tak jarang seorang pria mencintai seorang wanita hanya sebab alasan, “Kau ini mirip sekali dengan Ibuku.” Lantas, si wanita pun banyak yang tidak terima dengan penuturan dari pasangan seperti ini. Terlepas dari itu suatu kebenaran atau kesalahan namun, pria sangat membutuhkan ikatan batin yang kuat dengan pasangannya. Sebagai sahabatnya, pendukungnya dan sekaligus kekasihnya. Karena dalam hidup selanjutnya, pria akan banyak tekanan dalam menjalankan peran sebagai Ayah, suami dan kepala keluarga. Hal ini akan melahirkannya menjadi seseorang yang lebih sensitif secara sentimental, fisik dan psikis.

Kelima, kebanyakan yang terjadi di awal waktu, wanita selalu membayangkan cinta yang pasti manis, romantis dan menyenangkan. Kala wanita memutuskan hidup bersama dengan seorang pria maka pria akan menantikan pengorbanan apa saja yang mampu dilakukan oleh wanitanya. Terutama pengorbanan dari segi waktu dan sepenuhnya menyerahkan kendali kekuasaan rumah tangga pada pria pilihannya. Perlu kita ingat bahwa, pria bukan tipe orang yang suka membuang-buang waktu dan tenaganya hanya untuk memedulikan orang lain yang tidak penting dalam kehidupannya kecuali, jika memang dia sedang mencintai seorang wanita.

Keenam, banyak wanita kebingungan dengan sikap seorang pria. “Aku bingung, sebenarnya dia itu ada rasa suka enggak denganku?” Yang pasti, cinta bagi seorang pria adalah kenyamanan dan merasa dihargai keberadaannya. Dan untuk hal ini, terkadang mereka tidak menunjukkan perilaku layaknya pria yang sedang kasmaran. Namun, bukan berarti pria tersebut tidak cinta.

Ketujuh, ini kunci untuk pondasi hubungan yang baik. Apakah itu? Yaitu, pada keadaan yang paling buruk. Bagaimana wanita yang sedang menghadapi problem dirinya sendiri mampu mengesampingkan terlebih dahulu kepentingannya demi merangkul pasangannya yang juga berada dalam kesulitan. Dan pria sungguh mencari wanita yang sanggup berkomitmen untuk tetap bersama –sama pada masa tersulit sekali pun. Saya pikir, tidak salah jika pria menilai dari sudut pandang ini. Karena ungkapan cinta paling nyata dan kuat hanya akan terbukti ketika ada sesuatu yang sedang berkembang menjadi buruk. Lantas, mampukah keduanya bertanggung jawab atas komitmen?

Kedelapan, membicarakan topik percintaan setiap saat pada seorang pria justru akan menjauhkan mereka dari kita. Karena pria selalu membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar mau mengungkapkan cintanya. Dan hal itu sulit terjadi sebelum mereka tersentuh perasaannya.

Kesembilan, tak hanya wanita yang suka dikejar hingga tertangkap hatinya. Sama, begitu pun pria juga menginginkan hal tersebut sesekali waktu untuk ditangkap dan diambil hatinya oleh wanita yang katanya mencintai dirinya. Ya, tak salah jika sesekali waktu. Saya pikir, itu bukan tugas yang sulit untuk kaum wanita.

Kesepuluh, di poin ini saya sedikit menanggapi dengan tersenyum. Entah, kawan pria saya yang lucu atau memang saya sepaham atas apa yang dia tuturkan. Pria butuh kasih sayang, kasih sayang di sini adalah memanjakan. Memanjakan sebagai rasa penghargaan untuk seorang pria. Antara lain kita mendekapnya terlebih dahulu, membelainya bersama perkataan yang lembut. Jadi, jangan protes di awal dulu jika pasangan kita tak begitu sering mengirimkan pesan pada kita atau tak membalas kala kita mengirimkan pesan-pesan cinta untuknya. Karena bisa jadi, sebetulnya dia senang menerima hal itu dari kita. Sayangnya, tak mampu langsung memperlihatkan perasaan senangnya pada kita. Ini pun juga berhubungan dengan  harga diri sebagai seorang pria. Mari mencermati sikap pasangan terlebih dahulu sebelum kita mengeluarkan amarah.

Kesebelas, pada saat emosi-emosi tertentu pria memang terkesan berlebihan. Yaitu, supaya wanita tak malu menunjukkan bahwa kita menginginkannya dalam hal apa pun. Karena pada keadaan tersebut pria butuh pemacu gairahnya. Jika, ingin menguasai kebersamaan dengan pasangan dalam waktu yang lama maka menundukkan fisik, mental dan batinnya adalah kunci utama.

Baiklah! Beberapa poin di atas bisa kita gunakan untuk hiburan santai seperti apa cerita dari sebagian pria. Santai dan menuangkan sedikit ilmu. Pria itu mempunyai tingkat sentimental yang sama dengan wanita pada hal-hal tertentu. Hanya saja mereka susah mengungkapkannya. Pria tidak rumit dimengerti selagi dia bisa menjaga komitmen. Dan yang terakhir, pria membutuhkan cinta kasih lebih besar dibanding wanita. Kita berpikir manusiawi saja, tak bisa seratus persen salah jika pria selalu berdalih tentang cinta itu harus nyaman.

Tak selamanya konsep tentang pria yang dijejalkan pada kita dari zaman kolot itu semuanya benar. Karena tugas kita adalah belajar untuk mampu memahami seiring masa kita. Pria sempurna itu bukan mutlak yang sanggup membahagiakan wanitanya lewat apa saja. Akan tetapi, pria sempurna adalah yang mempunyai pasangan kuat. Kuat dalam menjembatani komunikasi agar tak terjadi kesenjangan antar keduanya. Karena akan ada banyak hal yang bisa kita peroleh dari suksesnya percakapan baik, berkasih yang lebih baik, pertengkaran yang mengarah ke perbaikan hubungan sehingga bisa lebih memahami pasangan dan semua akan membuahkan kehidupan yang pastinya akan lebih baik pula. Pria di awal waktu hanya ingin meyakinkan bahwa dirinya benar-benar disukai, dirinya senantiasa diinginkan dalam kondisi apa pun dan dirinya ingin kita membantunya melewati hubungan agar berhasil dengan baik.

The following two tabs change content below.
"Filosofis adalah pemikiran-pemikiran melebihi ilmiah. Hanya filosofis yang mampu mewakili makna dalam eksistensi manusia dan alam. Dan sastra adalah ruang terluas demi penggambaran segala realita dengan keunikan-keunikan tersendiri."

Latest posts by Arie Pudjiarso (see all)