Wahai Kau Penggores Kertas

Kawan, khusus malam ini aku meluangkan waktuku untuk membaca kisah-kisah kalian di sana! Ya, pastilah yang kau pajang di sana hasil coretanmu dalam tiap detik langkah yang kau lalui itu. Memang, aku sengaja memberikan waktu spesial di malam ini untuk kalian semua, kawan! Bagaimana bisa aku dapat ilmu baru jika kisah-kisah kalian hanya aku cuekkin di mail-mail-ku yang hanya akan memenuhi inbox dan akhirnya aku lupa membacanya. Sampailah di folder sampah ujung-ujungnya. Ohhh, tidak! Aku tidak akan melakukan itu…

Mataku memang sedikit perih, rasanya seperti bengkak di mana otot-otot ini serasa tertarik ke segala arah. Tapi, jangan khawatir! Itu semua karena mataku telah merasakan berbagai rasa, siapa lagi yang mengirim respon itu jika bukan hatiku yang kadang terlalu cengeng ini. Otakku pun merasa iri dan ingin ikut nimbrung atas apa yang sedang dirasakan hatiku mengapa air mata ini sesekali menetes. Tak apalah, semuanya bisa menikmati segala rasa dari seribu rasa yang aku rasa.

Aku bangga, senang dan bahagia bisa menjadi bagian dari kalian semua! Selamanya kalian akan menjadi guru di sepanjang perjalanan hidupku. Tentunya jika Tuhan memang memberikan kita selalu dalam keadaan sehat, selamat dan panjang usia. Cerita kalian memberikan banyak hal yang membangkitkan semangatku untuk tetap bertahan dan melangkah lebih baik.

Semua karya tulis yang kalian pajang di sana adalah harta yang aku punya, kawan!

Mulai keisengan kalian yang ingin menghibur, pecinta seni foto, pecinta sejarah, travelling, masakan, pendidikan atau apapun ragamnya. Semua menyatu dan itu yang membuat hari-hariku lebih berwarna dengan goresanmu…

Kau tahu, kawan…apa yang selalu ada di benakku sehingga, aku ringan dalam melangkah pada sebuah karya?

Kau, kawan…kau…kau…kau…kau semua ini yang selalu membuat hidupku lebih bermakna, membuat otakku lebih encer dalam memandang hidup di sudut kehidupan yang gelap. Membuat wajahku lebih cantik karena bibirku yang selalu sexy dengan senyumanku setiap saat. Ya, kau kawan!

Bagiku, komunitas penulis itu tak ada persaingan!

Tak ada karya siapa yang lebih bagus, lebih terbaik, mendapat komentar banyak dan kaya like yang menjadikan ambisi bagi kita…

Haduuuhhh…bisa-bisa kepala kita semakin jadi ciut karena setiap hari diperas demi sebuah persaingan. Saya yakin semua orang pasti bisa menulis dan menjadi penulis. Apa gunanya kita sekolah puluhan tahun jika kau tak bisa mengeja huruf menjadi kata yang akhirnya…goaaaalllll…kau berhasil membangun sebuah kalimat! Mungkin kau hanya butuh imajinasi dan empatimu, bukan? Kau bisa mengasahnya dengan semangatmu yang besar dari dalam dirimu sendiri…

Kau tahu, kawan! Tuhan itu kadang rumit, pastilah! Dan hanya dia Yang Maha Rumit karena Dia yang bisa membuat rumit dan punya kuncinya untuk membuatnya lancar menjadi tak rumit.

Tulisan itu unik! Walau kau punya seseorang untuk kau jadikan inspirasi namun, kau tak akan bisa menyamainya, kawan! Itu yang Tuhan anugerahkan pada tangan-tangan kita tentunya. Setiap goresanmu pastilah punya nyawa unik tersendiri yang hidup di atas karya-karyamu itu! Percayalah!

Sejak aku belajar tentang arti kehidupan yang berceritera di atas benda mati bernama cantik, yaitu ‘kertas’. Di situlah aku melihat keagungan-Nya. Ternyata Tuhan sudah mencetak garis pena kita yang selalu berbeda antara satu dengan yang lain meskipun ide kita tanpa sengaja kadang sama.

Mulai saat itulah kawan, aku tak pernah menggubris kisah apa yang kau tulis! Namun, aku lebih memahami karaktermu dalam merangkai kata yang selalu punya khas masing-masing. Aku melakukan itu karena aku ingin lebih dekat dengan kau semua, kawan! Jika aku bisa memahami karakter tulisanmu maka, mengalir secara tak langsung aku pasti akan memahami ceritamu itu yang kau balut menjadi kisah cantik terbungkus kotak kado indah di wall-mu.

Tuhan sungguh adil, kawan! Dan Tuhan sungguh indah sehingga, keindahan itu selalu terpancar di dalam huruf-huruf yang selalu kau ketak-ketikkan di sana dengan tulus itu! Ya, di depan sana itu yang selalu giat kubaca.

Aku ingin mencintai karya-karyamumu terlebih dulu karena dengan begitu aku pasti akan mencintaimu, kawan!

Terima kasih, kau…kalian…sungguh berjasa buatku! Kisah-kisah kalian semua ibarat perpustakaan berjalan yang memanjakanku sehingga, aku tak perlu ke sana kemari mencari pelajaran dalam mengambil sisi moral hidup yang penuh bujuk rayu, tipuan dan fatamorgana…

Yang harus kita lakukan adalah semangat, kawan! Saling menyemangati sesamamu agar dia bertahan dengan ciri khas karyanya dan lebih menonjolkan sisi unik darinya. Itulah yang membuat kita semua akan tampil semakin percaya diri untuk mengelola kelebihan yang kita punya. Dan jadikan inspirasi kita adalah diri kita sendiri yang selalu melekat bersama lingkungan di mana pun kita berpijak! Sesungguhnya, lingkungan yang membawamu adalah pelengkap dari lakon yang kau ciptakan. Dan kau, harus bisa bersahabat dengan mereka-mereka sang alam.

Salam bagi para penulis se-Nusantara!

The following two tabs change content below.
"Filosofis adalah pemikiran-pemikiran melebihi ilmiah. Hanya filosofis yang mampu mewakili makna dalam eksistensi manusia dan alam. Dan sastra adalah ruang terluas demi penggambaran segala realita dengan keunikan-keunikan tersendiri."

Latest posts by Arie Pudjiarso (see all)